Mujahidah Tangguh

Mujahidah Tangguh
Gue Banget Nih!!!

Selasa, 02 Maret 2010

Merestart Pikiran Dan Hati


Astagfirullah, Akhir-akhir ini begitu banyak teguran yang menimpali telingaku... Hingga membuat telinga ini panas, dan membuat wajah ini memerah seperti kepiting rebus bukan karena tersipu malu entah perasaan apa yang membuat wajah ini memerah. Aktivitasku keluar malam akhirnya membuat banyak mata yang melihat mengharuskan mereka berbicara... : “Ri, ini ada titipan pesan dari ikhwan katanya akhwat tidak beredar lagi diRassa Kafe diatas jam 7 malam.” Kata Kakak yang stand by dikafe itu. Ikhwannya sih tak menyebut nama katanya untuk akhwat secara keseluruhan....Alhamdulillah, bukan saya tersangka utamanya...he...he..he, masih bisa bernapas lega. Setelah kakak itu menyampaikan pesannya, mata ini menoleh ke arah jam, Nah lho sudah jam 7 lewat 15 menit sebentar lagi Isya.
Akhirnya tanpa banyak bicara lagi saya melangkahkan kaki keluar dari kafe itu, hari ini pulang malam lagi naik angkot pula. Keesokan harinya ketemu dengan seorang akhwat, sekedar basa-basi tapi bukan nasi basi akhwatnya tanya-tanya tentang kesibukan saya belakangan ini.,., dengan senyam-senyum saya menjawab, ndak ada jie kak.... “oia kak, tadi malam saya ke rassa kafe. Ada peraturan baru lho ( biasa, mau dibilang update dalan berita ) katanya akhwat dilarang berlama-lama diKafe diatas jam 7 malam” ceritaku sekedar ingin membagi informasi. “Iya nih Ri, ada yang nitip pesan buat Riri ( Pesan Lagi???? Tabe’ Deh )katanya Riri suka main klo malam-malam ke kafe.nah, saya disuruh negur Riri. Klo bisa lebih menjaga diri lagi “. Ye, pikirnya akhwat ini bisa kujadikan partner melawan ikhwan yang menegur....he...he...he maklum mau lobi-lobi politik.

Tapi setelah dipikir-pikir benar juga sih, saya sudah keseringan pulang malam akhir-akhir ini dan itu bukan karena urusan yang urgen. Setelah saya telaah dengan seksama, Seharusnya saya bersyukur karena ada begitu banyak teman yang ingin melihat kebaikan dalam diri saya, bukan malah melihat saya terperangkap dengan rutinitas malam saya. Disamping itu karena saya memang seorang akhwat yang mudah tertimpa fitnah, okelah kalau semua tetangga mengerti dengan aktifitas kita, tapi kalau tidak maka kita akan menjadi bahan fitnah...!! Tak ada asap kalu tak ada api, orang tak akan berprasangka buruk sama kita kalau kita juga bisa menjaga perilaku kita. Okelah kalau begitu, bagi teman-teman yang telah memberikan kritik dan sarannya saya Maafkan, eh salah saya berterima kasih sekali untuk semua itu.
Jadi Ingat beberapa waktu lalu ketika Sang Murabbi ( maksudnya Murabbi saya ) harus melakukan evaluasi bulanannya, setelah melihat evaluasi bulanan saya, ternyata dalam bulan itu saya cuman hadir satu kali saja tanpa alasan yang jelas dan tanpa konfirmasi, kontan Sang murabbi harus mengambil sikap. Dengan linacahnya Sang Murabbi menelfon kiri, kanan, atas, dan bawah. Sekedar ingin mengetahui apakah sebenarnya yang saya alami sehingga hasil evaluasi bulanan saya sedemikian parahnya...... Singkat cerita, akhirnya saya kembali kepelukan Sang Murabbi...
Diawal tahun ini banyak sekali yang mengingatkan, yang peduli dengan keadaan saya, Oh, terima kasih untuk semua itu... Dalam menapaki kehidupan ini jalannya tak selalu lurus-lurus saja, kadang kita akan melakukan hal-hal yang mungkin saja membuat keadaan kita tidak baik. Yah, bisa dibilang kesalahan.. ( Fitrah manusia ) tapi bukan berarti karena manusia fitrahnya melakukan salah dan khilaf sehingga kita membiarkan diri ini bergelut dengan fitrah itu, paling tidak kita menghindarinya atau meminimalisir keadaan itu. Teringat Taujih seorang ust, beliau mengatakan ada masanya kita akan Stagnant ( kalau kata kerennya sih Futur ), tidak masalah kalau kita futur tapi mempersiapkan diri dengan amunisi baru untuk melewati hidup ini melanjutkan semangat berdakwah.... Tapi kalau futur untuk selama-lamanya, sungguh tidak disarankan.. Ya, ada masanya kita harus berhenti sejenak, berhenti untuk merestart pikiran dan hati mencari semangat baru untuk bisa bertahan dijalur ini. Jangan pernah bertanya berapa kali kita futur, tapi bertanyalah kepada diri kita bagaimana caranya agar kita bisa bangkit dari kefuturan itu.
Ini nasehat untuk diri saya pribadi, sebagai bahan perbaikan. Dan bagi akhwat-akhwat diluar sana yang sering dapat teguran, anggap saja itu teguran dari seorang saudara yang ingin melihat saudaranya baik “ Innamal Mu’minuunah Ikhwa “ Sesungguhnya setiap muslim itu bersaudara. Jadi, sebagai saudara kita diwajibkan saling mengingatkan. Dan bagi Ikhwan-ikhwan menegurlah sacara ahsan, janganlah kebaikan kalian disalah artikan.

0 komentar:

Posting Komentar